Blackout Sumatera, PLN Di Demo Hingga Pagar Roboh, Sebut PLN Singkatan Penambah Luka Negeri

Jurnal Transparansi l Medan – Blackout Sumatera adalah peristiwa pemadaman listrik total (massal) secara tiba-tiba di Pulau Sumatera. Kejadian ini melumpuhkan aktivitas lintas sektoral, mulai dari gangguan jaringan telekomunikasi, PDAM, hingga sektor ekonomi yang bergantung pada pasokan listrik PT PLN.

Ratusan massa dari Dewan Peduli Negeri (DPN) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Jl. KL. Yos Sudarso No.284, Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa (02/06/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu lalu dan dinilai telah merugikan masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah barang elektronik yang disebut mengalami kerusakan akibat pemadaman listrik, seperti televisi, mesin cuci, video compact (VC), hingga bola lampu. Barang-barang tersebut diperlihatkan sebagai bentuk bukti kerugian masyarakat yang terdampak.

Koordinator aksi Acil tatoo menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke kantor PLN wilayah bertujuan meminta pertanggungjawaban dan kompensasi atas kerugian yang dialami warga. Massa menilai pemadaman listrik yang terjadi telah mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menyebabkan sejumlah peralatan rumah tangga mengalami kerusakan.

Situasi sempat memanas ketika massa aksi hanya diterima oleh pihak manajemen komunikasi PLN. Massa dari DPN menolak berdialog dan bersikeras hanya ingin bertemu langsung dengan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) PLN untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.

Ketegangan sempat terjadi di lokasi aksi karena perwakilan yang diharapkan tidak kunjung menemui massa. Meski demikian, aksi tetap berlangsung kondusif di bawah pengawalan aparat keamanan.

Hingga sore hari, massa akhirnya membubarkan diri. Namun, mereka menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan pada esok hari dengan jumlah massa yang diklaim lebih besar. Bahkan, massa berjanji akan membawa lebih banyak barang elektronik milik warga yang disebut terdampak akibat pemadaman listrik sebagai bentuk protes kepada pihak PLN.

Pihak DPN berharap PLN segera memberikan penjelasan resmi sekaligus kompensasi kepada masyarakat yang merasa dirugikan akibat peristiwa pemadaman tersebut.

Selain DPN tampak massa dari Cipayung Plus hadir melakukan aksi demo.

Dan akhirnya pagar PLNpun roboh dan massapun menyebut PLN singkatan dari Perusahan Luka Negeri.