Razia Hanya Amankan Pengunjung, Polisi Di Minta Tangkap Jaringan Sindikat Pemasok Narkoba THM Di Sumut

Jurnal Transparansi l Medan – Sumatera Utara menempati peringkat pertama untuk angka prevalensi pengguna dan penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), terdapat sekitar 1,5 juta warga di provinsi ini yang menjadi korban dan penyalahguna narkoba.

Fakta utama terkait situasi darurat narkoba di Sumut:

Jumlah Kasus Tinggi: Selama operasi penindakan di awal tahun saja, Polda Sumut berhasil mengungkap ratusan kasus yang melibatkan ribuan tersangka serta menyita ratusan kilogram sabu dan ganja.

Modus Operandi:
Razia Polisi selalu menemukan pengunjung positif Narkoba dan anak di bawah umur, seperti Razia Bareskrim Polri baru baru ini melakukan Police Line di Tempat Hiburan Malam New Zone dan langsung melakukan penyegelan karena terbukti ada Narkoba dan anak di bawah umur.

Dampak: Masifnya peredaran narkoba ini mengancam jutaan jiwa penduduk, mendorong aparat dan pemerintah untuk terus melakukan upaya pencegahan luar biasa.

Jaringan sindikat narkoba di tempat hiburan malam (THM) biasanya merupakan sindikat terorganisir yang dikendalikan oleh bandar besar, jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas), dan oknum tertentu, yang kerap melibatkan kerja sama antara kurir, pengedar, waiter, hingga oknum manajemen THM itu sendiri.

Praktik peredaran narkoba di THM memiliki modus operandi khusus seperti:

Kendali Jaringan: Dikendalikan dari dalam lapas oleh narapidana, dipasok dari bandar besar wilayah setempat, dan diedarkan oleh jaringan kurir lokal

Modus Transaksi: Pengunjung memesan barang terlarang melalui waiter (pelayan) atau koordinator Ladies Companion (LC) dengan menggunakan kode-kode tertentu.

Barang Bukti Populer: Narkoba yang paling sering diperjualbelikan adalah pil ekstasi, sabu, hingga narkoba jenis baru seperti vape yang mengandung etomidate dan happy water.

Aktifis Johan Merdeka, Izhar Daulay, Awaludin Pane, Pingki, Rahmadsyah yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) mengatakan bahwa AMPIBI meminta agar pihak Kepolisian membongkar Jaringan sindikat narkoba di tempat hiburan malam (THM).

“Jangan Pengunjung saja di amankan Karen test urine positif Narkoba tapi Bandar dan Pemasok Jaringan sindikat narkoba di tempat hiburan malam (THM) juga di tangkap,” katanya, Kamis (28/5/2026)