Tanjungbalai – Ketua Gerakan Mahasiswa Aspiratif (GEMAS) Kota Tanjungbalai, Ahmad Fadli Nasution yang akrab disapa Bimbom, mendesak Listyo Sigit Prabowo dan Whisnu Hermawan Febrianto untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Tanjungbalai.
Desakan tersebut berkaitan dengan penanganan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang, menurut pihak keluarga korban, telah dilaporkan sejak Mei 2026 namun hingga kini dinilai berjalan lamban.
Bimbom menilai keterlambatan penanganan perkara tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, bahkan memicu aksi protes massa. Ia menegaskan bahwa kasus yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak seharusnya menjadi prioritas utama aparat penegak hukum.
“Kasus ini harus ditangani secara cepat, profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum,” ujarnya.
Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap Kapolres Tanjungbalai apabila ditemukan adanya kelalaian atau ketidakprofesionalan dalam proses penanganan kasus tersebut.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum,” tegasnya.
Selain itu, GEMAS mendesak agar proses hukum terhadap pihak yang diduga sebagai pelaku dilakukan secara maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Organisasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak korban dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap tahapan proses hukum.
GEMAS juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum secara damai dan bertanggung jawab. Mereka mengingatkan agar publik tidak menyebarluaskan identitas korban demi menjaga hak serta masa depan anak.
“Anak adalah generasi penerus bangsa. Jangan biarkan mereka kehilangan masa depan akibat lambannya penegakan hukum. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum yang adil dan transparan,” tutup Ahmad Fadli Nasution. (Bimbom).
