JurnalTransparansi.com, Aceh – Gempa magnitudo 5,6 mengguncang wilayah 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/7/2026) pukul 11.18.23 WIB. Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 4,25 Lintang Utara (LU) dan 97,62 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut.
BMKG menegaskan bahwa hingga informasi awal dirilis belum terdapat laporan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Dalam keterangannya, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali memasuki rumah apabila terjadi kerusakan akibat guncangan.
BMKG turut memberikan saran kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi gempa bumi susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi setelah gempa utama.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan serta memastikan keselamatan masyarakat apabila ditemukan dampak lanjutan akibat gempa tersebut.
Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi terkini mengenai aktivitas gempa bumi melalui kanal resmi BMKG dan mengikuti arahan dari aparat setempat apabila diperlukan. (D.A.K)
