Sungai Semakin Sempit Dan Dangkal, Proyek Pengendalian Banjir Abai K3, Kepala BWSS II Tak Becus Jaga Sungai

Jurnal Transparansi l Medan – Pendangkalan dan penyempitan sungai memang menjadi masalah serius yang memicu berbagai dampak, seperti banjir, dan memicu desakan agar Balai Wilayah Sungai (BWS/BBWS) melakukan normalisasi segera.

 

Terkait kondisi Aliran sungai yang ada di Kota Medan, peran BWS/BBWS:

 

Penyebab Pendangkalan/Penyempitan: Sungai menjadi dangkal dan sempit karena akumulasi sedimen, lumpur, material organik, erosi tanah, dan pembangunan yang melanggar sempadan sungai.

 

Tuntutan Normalisasi: Pihak berwenang seperti BBWS/BWS didesak untuk melakukan normalisasi dan perbaikan sungai agar fungsi sungai kembali optimal dan mencegah bencana.

 

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media, proyek pengendalian banjir sungai bedera Deli Serdang Abai K3, karena operator alat berat tak memakai Alat pelindung diri (APD) dan di duga tidak memiliki Sertifikat Alat Berat K3 (SIO – Surat Izin Operasi) dokumen resmi Kemnaker RI yang membuktikan operator kompeten dan aman mengoperasikan alat berat (excavator, crane, loader, dll). terkait Proyek tersebut.

 

Pengawasan oleh P2K3 juga di pertanyakan.

 

P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan penerapan K3 di tempat kerja.