Jurnal Transparansi l Medan – Warga Jalan Kereta Api Resah karena kebisingan knalpot brong atau rombongan motor di tengah malam adalah keluhan umum yang sering memicu ketegangan antara warga dan komunitas motor.
Komunitas atau pengendara motor sering kali menggeber-geber motor, menggunakan knalpot bising (brong), dan membunyikan klakson secara terus-menerus saat melintas tengah malam, yang mengganggu ketenangan dan jam istirahat warga.
Suara bising ini tidak hanya mengganggu tidur tetapi juga dapat menimbulkan keributan fisik antara warga dan pengendara.
Warga berharap
adanya tindakan dari kepolisian dengan melakukan razia dan menindak tegas pemilik motor dengan knalpot brong untuk mengedukasi dan menjaga ketertiban.
Warga juga berharap Poskamling bisa berfungsi untu dilakukan pengawasan lebih intensif.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menargetkan sebanyak 2.001 Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) sudah aktif pada 1 Juli 2026. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah lingkungan yang ada di Kota Medan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Pemko Medan, Rudy Asriandy, mengatakan hingga saat ini sudah lebih dari 1.900 Pos Kamling yang aktif.
“Saat ini sudah ada 1.900 lebih Pos Kamling yang aktif. Dan Pak Wali memang menargetkan 1 Juli 2026 minimal 2.001 Pos Kamling sudah aktif, jumlah itu sesuai dengan jumlah lingkungan yang ada di Kota Medan,” ujarnya saat dikonfirmasi Mistar, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari satu Pos Kamling di beberapa lingkungan. Namun, Pemko Medan memprioritaskan minimal satu Pos Kamling aktif di setiap lingkungan.
“Sebab saat ini ada yang dua Pos Kamling hingga lebih di setiap lingkungan. Makanya minimal sesuai dengan jumlah lingkungan saja terbentuk dan aktif dulu,” katanya.
Rudy menambahkan, pengaktifan Pos Kamling dilakukan seiring meningkatnya aksi kejahatan dalam beberapa pekan terakhir, serta sebagai upaya membantu kepolisian dalam menekan angka kriminalitas.
Menurutnya, koordinasi terus dilakukan dengan Polrestabes Medan dan TNI untuk memastikan Pos Kamling benar-benar berfungsi di lapangan.
“Koordinasi terus kita lakukan dengan Polrestabes Medan maupun TNI dalam pengaktifan Pos Kamling ini. Saat ini saya juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan guna memastikan Pos Kamling yang ada benar-benar aktif,” ucapnya.
Selain itu, pengaktifan Pos Kamling juga diharapkan dapat membantu pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.
“Peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Kita tidak ingin generasi muda menjadi korban. Dengan adanya Pos Kamling, masyarakat diharapkan berperan aktif memberi informasi dan memantau aktivitas di lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.








