Polemik Chandika Salah Paham Dua Sahabat Baik. Bang Bhoy Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan : Gak Usah Dibesar besarkan, Kalau Bisa Disatukan Itu Lebih Indah.

Jurnaltransparansi|Medan-Polemik di taman chandika medan yang lagi heboh di beberapa media antara Kadispora Kota Medan T Chairuniza atau yang akrab disapa Bang Yudi dengan Bang Kiki Zulfikar Sekretaris Satpol PP kota Medan hanya salah paham mis komunikasi dua sahabat baik.

Biasa dalam birokrasi selisih paham atau berbeda pendapat dalam hal program kerja, ini bukti menunjukan bahwa keseriusan dan tanggung jawab dalam bekerja.

” Saya kenal dekat sama mereka, kebetulan mereka berdua satu kampung juga dengan saya, saya anggap ini hal yang biasa dalam bekerja, apalagi sampai tingkat kelelahan timbul sensitif gampang tersulut emosi dan bisa salah cakap, mereka berdua ini orang baik, Bang Yudi orang gang Habir, Bang Kiki anak gang Sado, jadi dari kecil kita kita ini sudah berteman dan memahami karakter masing masing ” ujar Bang Bhoy. Kamis ( 22 Jan 2026 )

Selisih paham atau perbedaan pendapat dalam dunia kerja dan pertemanan adalah hal yang wajar dan manusiawi. Perbedaan pola pikir, latar belakang, dan kepribadian membuat konflik kecil sering kali tidak terhindarkan.

Perbedaan tujuan dan gaya kerja setiap orang memiliki prioritas dan cara mencapai target yang berbeda, terutama dalam lingkungan kerja yang dinamis.
Manusia bukanlah mesin, sehingga emosi dan kepribadian yang berbeda dapat memicu gesekan.

” Buat rekan rekan diluar dari permasalahan ini, gak usah lah DIBESAR BESAR KAN, mendamaikan orang yang berseteru itu lebih indah, dan saya sudah komunikasi dengan dua abang abang baik itu.
Bang Yudi mengatakan saya tak punya masalah dengan Kiki kami berdua bersahabat baik sudah lama, dan Bang Kiki juga mengatakan Bang Yudi sudah kuanggap seperti Abang ku sendiri ” ucap Bang Bhoy

” Insha Alloh besok mereka pertemuan ishlah, Alhamdulillah inilah yang kami harapkan, saya takut perselisihan ini dimanfaatkan oleh oknum yang menginginkan kepentingan pribadi, ya banyaklah cari panggung, ingin mereka di copot agar orang lain mengisi jabatan mereka. Saya dan masyarakat kota Medan berharap kepada pimpinan mereka berdua yaitu Walikota dan Wakil Walikota Medan agar bisa bijaksana dan objektif dalam menyingkapi permasalahan ini, jangan ada copot mencopot ataupun sanksi lain, hal biasa itu, dalam rumah tangga, bersaudara kandung aja bisa selisih paham, apalagi orang lain, jadi kita maklumi aja, sekarang zaman nya media sosial gampang viral dan dibesarkan padahal hal spele, terus lah di goreng goreng barang tu ” tutup bang Bhoy yang juga fungsionaris KNPI Sumut. ( QQ)