Jurnaltransparansi|Medan-Viral berita terkait kasus dua oknum karyawan mencuri hp di pancur batu Deli Serdang, menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Oponi publik terfokus pada berita yang beredar oknum pemilik toko hp korban pencurian dijadikan tersangka oleh polisi, seakan akan Polrestabes membalikan fakta kejadian dan mendzolimi korban pencurian.
” Polrestabes Medan hanya menjalankan tugas dari hasil laporan korban penganiayaan serta Menegakan hukum, siapapun yang melapor harus di terima jika ada dugaan penganiayaan serta dilengkapi hasil visum, bahkan harus dilindungi jika nyawa nya sampai terancam, dan oknum pelaku penganiayaan ya harus ditindak dan ditangkap jika semua bukti saksi bahkan ada korban, sesalah apapun orang gak boleh main hakim sendiri ” ujar Bang Bhoy ( Minggu, 8 Feb 2025 )
Di video yang beredar kita sudah melihat bahwa beberapa oknum keluarga dan diduga juga teman pemilik toko hp menggerebek sebuah hotel tempat pelaku pencurian bersembunyi serta menangkap nya. Dan dari dua video yang berbeda ada pernyataan seorang ibu dari oknum pelaku pencuri hp serta pelakunya.
Dari video tersebut ibu korban penganiayaan menangis karena anaknya merasa dianiaya.
” Sesalah apapun orang gak boleh main hakim sendiri, gak boleh pakek hukum rimba, ini zaman sudah merdeka, hal spele sebenarnya, kalau bersalah serahkan ke Polisi baik baik, masih bisa jalan damai, itu lebih baik, di ganti hp nya atau dipulangkan, bukan dianiaya , macam betol aja” pungkas Bang Bhoy yang juga aktivis sosial.
” Kami meminta masyarakat jangan terpengaruh atas pemberitaan seakan akan polisi mendzolimi korban pencurian dijadikan tersangka seperti kasus di Sleman. Kita harus lebih bijaksana juga, kenapa pelaku sampai mencuri, kalau pelaku memang Hoby nya mencuri pasti kehilangan berulang ulang, inikan kan baru pelaku melakukan pencurian, jangan jangan pelaku melakukan pencurian karena kesal, tidak sesuai perjanjian kerja, atau majikan pelit, atau pelaku ada keperluan mendesak, atau lapar, kita kan gak tau cerita lengkap nya gimana, jangan flying victim pula, udah menganiaya kok malah merasa di dzholimi, kalau adik atau keluarga saya dibuat seperti itu, saya pulangkan sepuluh kali lipat dari harga hp, tapi balas penganiayaan itu ” tutup Bang Bhoy (QQ)








