JurnalTransparansi.com – MEDAN, Menyongsong awal tahun dengan semangat berbagi, sejumlah tokoh masyarakat Kota Medan menggelar kegiatan santunan anak yatim piatu dalam bingkai “Jumat Berkah”. Kegiatan yang penuh khidmat ini berlangsung di Analis Kopi, Jalan Ampera No. 18, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Jumat (2/1/2026).
Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menunjukkan kasih sayang sosial kepada anak-anak yatim di kawasan tersebut.
Dalam sambutannya, Prof. Ridha Dharmajaya memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya rasa syukur. Ia mengibaratkan syukur sebagai bentuk kesadaran diri atas segala nikmat yang diberikan Tuhan.
“Ketika kita diberi minum, sudah sepatutnya kita mengucap terima kasih. Begitu juga dengan Alhamdulillah, itu bukan sekadar ucapan, tapi pengakuan bahwa seluruh puji dan nikmat adalah milik Allah SWT,” ujar Prof. Ridha.
Ia menambahkan bahwa Allah membalas syukur hamba-Nya bukan dengan kata-kata, melainkan dengan pahala, ampunan dosa, dan tambahan karunia. Prof. Ridha juga mengingatkan agar setiap panca indra—mata, telinga, dan mulut—digunakan hanya untuk hal-hal yang baik sebagai bentuk nyata dari rasa syukur.
Menyinggung musibah banjir yang sempat melanda pada November lalu, Prof. Ridha menyebut peristiwa tersebut sebagai pengingat bagi manusia untuk tidak lalai. Di sela sambutannya, ia sempat menyelipkan candaan ringan mengenai pengalamannya di Mahkamah Konstitusi yang disambut tawa hangat para hadirin.
Khairil, selaku owner Analis Kopi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia mengapresiasi peran para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk keberlangsungan kegiatan ini di awal tahun 2026.
Senada dengan itu, Denni Calvi berharap semangat berbagi ini tidak berhenti di sini. Ia mendorong agar santunan anak yatim pada momen Jumat Berkah dapat menjadi agenda rutin. “Kami berharap ini bisa dilakukan setidaknya empat kali dalam setahun sebagai bentuk kepedulian sosial yang berkelanjutan,” tuturnya.
Dari sudut pandang hukum dan profesi, Direktur LBH Mutiara Keadilan, Adv. Arman Agussalim, SH, MH, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan lintas profesi. Ia juga memohon doa agar para advokat dapat menjalankan tugasnya dengan amanah dan integritas.
Ketua Umum PB-PASU, Adv. Suryani Guntari, SH, MH, mengingatkan para hadirin tentang keutamaan menyayangi anak yatim dalam ajaran Islam. Ia menekankan bahwa mereka yang menyantuni anak yatim dijanjikan kedudukan mulia dan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga kelak.
Menutup rangkaian sambutan, Ketua AJH Kota Medan, M. Rais, menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata sedekah bersama untuk meringankan beban hidup anak-anak yatim. Ia berharap semangat ini terus tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat Kota Medan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan santunan secara simbolis dan doa bersama, menciptakan suasana hangat dan penuh optimisme di hari kedua tahun 2026 tersebut. (D.A.K)








