Jurnaltransparansi|Medan-Ada tiga isu yang dilontarkan asing untuk memecah persatuan dan menghancurkan satu bangsa, Hak Azasi Manusia Lingkungan Hidup Dan Demokrasi. Pasca reformasi negeri ini terjadi perubahan Demokrasi, salah satu nya pemilihan presiden dan kepala daerah.
Reformasi kebablasan membuat sistem Demokrasi tidak membawa manfaat banyak bagi masyarakat, malah banyak mudharat nya.
” Demokrasi itu pasti membuat perpecahan, merusak Ukhuwah sesama anak bangsa, banyak contoh dari hasil Demokrasi dipilih rakyat langsung, saat Pilpres kemarin perpecahan anak bangsa adanya Cebong dan Kampret, dibenturkan nya sesama ormas besar Islam , saling mengkafirkan ini yang bisa merusak pertahanan NKRI.” ujar Bang Bhoy ( Kamis, 15 Jan 2026 )
Biaya cost yang harus dikeluarkan oleh negara dan calon kepala daerah sangat besar, negara harus mengeluarkan biaya Pilpres Dan Pilkada yang sangat besar Milyaran bahkan Triliunan uang rakyat, belum lagi dugaan Korupsi bagi capres dan calon kepala daerah untuk rakyat yang sering disebut serangan fajar dan rakyat diajarkan dari dini nikmatnya korupsi dengan istilah NPWP ( Nomor Piro Wani Piro ).
“Udah balikan lagi aja Pilpres dan Pilkada ke tangan MPR dan DPRD, gak ada manfaat dan perubahan saat negeri pasca Reformasi lebih kurang 27;tahun berlalu, yang ada calon terpilih pun gitu gitu aja gak ada yang istimewa membawa perubahan, dan peluang nya calon yang menang untuk korupsi agar mengembalikan biaya pengeluaran mereka, yang ada perpecahan karena beda pilihan, bahkan perpecahan dalam keluarga pertemanan, saya meminta kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto Dan Senator Pusat agar Dibalikan aja seperti semula Pilpres dan Pilkada.” tutup Bang Bhoy yang juga Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan.








